Apa jelek untuk merasakan positif di Poker?

Bukan rahasia jika emosi negatif dapat berimbas pada bagaimana kita bermain poker. Ketakutan bisa membuat serta seseorang expert sekalinya jadi pecundang. Selain itu, kemarahan bisa membuat habiskan keping bertambah cepat. Korelasi di antara emosi negatif dengan hasil yang tidak diharapkan itu umumnya hadir dengan mendadak dan gampang dikenali.

Tetapi, bagaimana dengan emosi baik yang benar-benar bersimpangan dengan itu? Bagaimana perasaan seperti senang, suka, haru, serta kasihan bisa berpengaruh dengan perform permainan kita? Berdasar skema garis lurus, kelihatannya perasaan-perasaan ini cuma akan bawa kita pada permainan yang lebih baik. Tapi, apa tetap demikian?

Sebenarnya, emosi apa pun bisa jadi daya destruktif jika begitu ektrim. Contohnya, cinta. Itu bisa membuat suatu lebih indah, tapi waktu cinta terlalu berlebih, entahlah pada orang lain, hoby, atau benda mati, bisa mengubah konsentrasi dari beberapa hal dalam kehidupan. Saat spirit sudah sampai titik dimana Anda mulai mempedulikan jalinan Anda dengan orang, pekerjaan Anda, atau serta kesehatan Anda, karena itu cinta bukan satu karunia.

Di dunia poker, tidak ada tempat untuk cinta. Satu opini mengatakan jika menyukai permainan tersebut ialah permasalahan untuk pemain, yaitu membuang-buang daya serta waktu begitu banyak. Lebih buat yang kalah, melayang-layang telah uang yang didapat dari kerja keras. Saat satu orang begitu malas, begitu bodoh, atau begitu tidak sabaran dalam belajar bermain poker yang benar, karena itu kesayangan pada poker ialah satu kegilaan semata-mata.

Satu contoh, dalam level yang lebih personal, jika satu orang naksir dengan pemain lain yang bertemu dalam meja poker, itu bisa jadi situasi yang serba susah. Untuk seseorang pemain poker biasa, benar-benar susah untuk bermain garang saat korban yang akan kita taklukkan ialah orang yang kita gemari. Lalu kita cuma ambil taruhan rendah serta memperoleh kemenangan kecil jadi ubah jalinan yang lebih serasi. Sebetulnya itu terserah pada pemain, apa dia lebih baik demikian atau lebih baik mengalah saja. Satu kali lagi, cinta jadi hal yang merepotkan dalam poker.
Bila cinta ialah hal jelek dalam poker, karena itu rasa kasihan lebh jelek.

Dalam poker, kita semestinya memgambil keuntungan dari beberapa pemain lain. Seperti predator yang siap mencengkeram musuh atas kekurangannya. Jika Anda kasihan dengan seseorang pemain entahlah sebab ia miskin, mainnya tidak bagus, atau serta tidak memiliki untuk bermain seperti sedang mabuk atau ketidakstabilan emosi, Anda akan mulai merasakan tidak enak hati. Apa ini adil? Apa Anda masih tega ambil uangnya? Mungkin Anda memang merasakan malas, tapi masih ambil uangnya sebab ingin bagaimana .

Bagaimana bila nyatanya orang malang ini mempertaruhkan uang yang dia tidak mampu kehilangan? Berikut garis dimana diri Anda jadi pemain poker serta norma Anda jadi sama-sama manusia jadi samar. Rasa kasihan, satu diantara perasaan yang paling diagungkan oleh hidup manusia, cuma akan jadi ganjalan penghalang dalam poker.

Serta perasaan suka bisa jadi beresiko di sini. Misalnya waktu kita menang, lalu lakukan selebrasi terlalu berlebih. Ini dapat benar-benar mengganggu orang, khususnya yang kalah. Itu paradox aneh di dunia poker. Kita mulai bermain poker sebab dalam level tersendiri, poker membuat kita merasakan lebih baik. Itu menyenangkan. Serta itu fakta mengapa kita terus bermain. Jadi kita bermain poker untuk cari kesenangan, tapi bila ingin bermain bagus, jangan sampai begitu suka, sampai kita tinggalkan meja permainan. Perasaan seperti cinta, suka, kasihan, keyakinan diri, bisa menolong kualitas hidup kita dengan tidak terarah, tetapi bisa jadi liabilitas atau ketidakuntungan di meja poker jika kita biarkan perasaan-perasaan itu keluar saja tidak termonitor.

Baca Juga Situs Poker DominoQQ